Menuntut Ilmu Adalah Ibadah


Manusia dan jin diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepadaNya. Berbagai perbuatan bisa diniatkan menjadi ibadah. Tak hanya shalat dan puasa. Bekerja mencari nafkah untuk keluarga juga termasuk dalam ibadah. Begitu pula bagi para pelajar, karena sejatinya menuntut ilmu adalah ibadah dan merupakan sebagian dari taqwa.
Banyak manfaat lain dari menuntut dan mengajarkan ilmu antara lain :

1.       Mempelajari ilmu adalah sebagian dari taqwa kepada Allah

2.      Menuntutnya sebagian dari ibadah

3.      Mendiskusikannya sebagai tasbih

4.      Memperdalaminya sebagai berjihad

5.      Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya merupakan sedekah

6.      Memberikannya kepada yang patut menerimanya merupakan pendekatan kepada Allah

Sebagaimana diriwayatkan oleh Sa’ad bin Mu’adz r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
 تعلّموا العلم فإنّ تعلّمه لله خشية وطله عبادة، ومذاكرته تسبيح والبحث عنه جهاد وتعليمه لمن لا يعلمه صدقة وبذله لأهله قربة لأنّه معالم الحلال والحرام ومنارسبل أهل الجنّة وهو الأنيس فى الوحشة والصّاحب فى الغربة والمحدّث فى الخلوة والدّليل على السّرّاء والضّرّاء والسّلاح على الأعداء والزّين عند الأخلاّء. يرفع الله به أقواما فيجعلهم فى الخير قادة تقتفى أثارهم ويقتدى بفعالهم وينتهى إلى رأيهم. ترغب الملائكة فى خلّتهم وبأجنحتها تمسحهم ويستغفرلهم كلّ رطب ويابس وحيتان البحر وهوامّه وسباع البحر وأنعامه، لأنّ العلم حياة القلوب من الجهل ومصابيح الأبصار من الظّلم. يبلغ العبد بالعلم منازل الأخيار والدّرجات العلا فى الدّنيا والأخرة والتّفكير فيه بعدل الصّيام ومدارسته تعدل القيام به توصل الأرحام وبه يعرف الحلال من الحرام وهو إمام العمل والعمل تابعه يلهمه السّعداء ويحرمه الأشقياء.(رواه ابى عبد البر موقوفا) 

“Pelajarilah ilmu karena mempelajari ilmu adalah sebagian dari taqwa kepada Allah, menuntutnya sebagian dari ibadah, mendiskusikannya sebagai tasbih, memperdalaminya sebagai berjihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya merupakan sedekah dan memberikannya kepada yang patut menerimanya merupakan pendekatan kepada Allah. Karena ilmu itu petunjuk bagi hal-hal yang halal maupun yang haram, ia pelita bagi perjalanan ahli syurga. 
Ilmu itu adalah penghibur dalam kesepian, teman dalam perantauan, pengobrol dalam khalwat, penuntun di waktu suka dan duka, senjata terhadap musuh dan penghibur bagi kawan. Dengan ilmu Allah mengangkat kaum-kaum sebagai pemimpin untuk kebajikan yang jejak-jejaknya diikuti, amal-amal mereka ditiru dan pendapat-pendapatnya di dengar. Para malaikat mendambakan berkawan dengan kaum-kaum itu dan dengan sayap-sayap mereka diusap. Untuk kaum-kaum yang berilmu itu beristighfarlah semua makhluk yang basah dan yang kering, ikan-ikan, ular-ular, singa-singa laut dan binatang-binatangnya. 
Karena ilmu itu menghidupkan hati dari kebodohan dan merupakan lampu bagi mata-mata dari kegelapan. Dengan ilmu seseorang hamba Allah dapat mencapai kedudukan orang-orang yang saleh dan tingkat-tingkat yang tinggi di dunia dan di akhirat. Merenungkan sesuatu masalah ilmiah sama seperti berpuasa dan berdarusan ilmiah sama dengan ibadah di waktu malam. Dengan ilmu dapat terlaksana silaturahmi dan dengan ilmu dapat diketahui mana yang halal dan mana yang haram. 
Ilmu merupakan imamnya amal dan amal perbuatan adalah pengikut ilmu. Ilmu diilhamkan oleh Allah kepada orang-orang yang bahagia dan tidak didapatkan oleh orang-orang yang celaka dan bengal.” (rw. Ibnu Abdulbarr).

Leave a Comment