Islam Melarang Memanggil Dengan Gelar Yang Buruk

Islam Melarang Memanggil Dengan Gelar Yang Buruk Islam Melarang Memanggil Dengan Gelar Yang Buruk
Pernahkah anda memanggil teman anda dengan nama yang bukan namanya? Jika memang itu adalah lebih baik dari namanya itu tidaklah mengapa, tapi bagaimana hukumnya jika anda memanggil dengan gelar yang buruk???  Al Qur’an sudah mengatur tentang hal tersebut.

Islam Melarang Memanggil Dengan Gelar Yang Buruk Islam Melarang Memanggil Dengan Gelar Yang Buruk

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” . (Q.S Al-Hujuraat: 11).


An-Nawawi berkata dalam kitabnya al-Adzkaar : “Ulama bersepakat diharamkannya memberi gelar seseroang dengan gelar yang ia benci, baik gelar tersebut diambil dari sifatnya, seperti al-A’masy(si rabun), al-Ajlah (si botak)… atau menjulukinya dengan sifat ibu atau ayahnya atau julukan lainnya yang tidak disukai.” Para ulama sepakat boleh memberikan julukan seperti itu jika seseorang tidak dikenal kecuali dengan gelar itu.

Mari kita perbaiki akhlak kita dan lidah kita agar tidak melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat serta mengundang celaka bagi kita sendiri. Salah satunya adalah dengan menghindari menggunakan nama panggilan yang buruk kepada teman/rekan/orang lain.


Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah

Leave a Comment