8 Mencontoh Cara Berbisnis Nabi Muhammad Saw

1.      Jujur dalam berbisnis
Rosululloh saw sudah terkenal dengan sifat jujur sehingga beliau diberikan gelar Al Amin yang artinya dapat dipercaya.  Sifat ini juga diterapkan dalam berbisnis. kejujuran menjadi sebuah branding tersendiri pada dagangan beliau. Orang-orang lebih memilih untuk membeli kepadanya karena merasa aman tidak akan ditipu. Ini karena beliau selalu menjelaskan apa adanya tentang apa yang ia jual kepada pelanggannya.
2.      Menghormati pelanggan
Rasulullah memperlakukan pelanggannya layaknya seorang saudara yang harus dibantu. Bagi beliau, bisnis adalah sebuah kegiatan dimana kita akan membantu seseorang dalam memecahkan masalahnya. Itulah inti bisnis yang sesungguhnya. Oleh karena itu beliau sangat hormat dan santun kepada pelanggannya layaknya saudara
3.      Hanya menjual produk berkualitas
Rasulullah hanya menjual produk yang berkualitas saja. Beliau tidak pernah menjual produk yang rusak atau tidak layak untuk dijual. Dan ia juga memilah-milah produk yang berkualitas tinggi dan rendah untuk disesuaikan dengan harganya. Namun bukan berarti ia juga menjual produk yang tidak layak untuk dijual.
4.      Menepati janji

Contoh menepati janji kepada pelanggan yaitu memenuhi deadline sesuai dengan yang sebelumnya telah disepakati. Ini akan menjadi nilai plus tersendiri bagi bisnis kita. Inilah salah satu yang diterapkan rasulullah SAW.
Menepati sebuah janji adalah sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Bahkan bukan hanya menepati janji, beliau juga melakukan tugasnya dengan integritas yang tinggi sehingga membuat pelanggannya sangat puas

5.      Tidak menjelek-jelekan bisnis pesaing
Seperti sabda beliau:

“Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain.” (HR Muttafaq)

Rezeki sudah ada yang mengatur, oleh karena itu rasul sangat melarang seseorang menjelek-jelekkan dagangan pesaingnya. Karena sejatinya prinsip sebuah bisnis adalah bagaimana faz kita memuaskan pelanggan, bukan malah menjatuhkan pesaing. Naikkanlah kualitas bisnis kamu, dan biarkanlah pelanggan yang akan menilainya.
6.      Dilarang menimbun barang
Menyimpan/menimbun barang demi sebuah keuntungan dilarang oleh islam. Misalnya karena harga beras akan naik, kamu menyetok banyak beras untuk dijual kembali pada saat harga beras naik. Di dialam islam ini disebut ihtikar dan sangat dilarang. Jual lah barang dengan harga yang sesuai dengan kondisi pada saat itu juga.
7.      Membayar gaji karyawan tepat pada waktunya
Ketika anda berbisnis dan menggunakan jasa karyawan maka Bayarlah gaji karyawan tepat pada waktunya. Karena mereka sudah rela memberikan waktunya ke kamu, maka kamu wajib membayarnya tepat waktu. Seperti salah satu sabda rasul:
“Berikanlah upah kepada karyawan sebelum kering keringatnya.”
8.      Bisnis tidak boleh mengganggu ibadah
Bisnis yang baik adalah bisnis yang membuat kita untuk lebih taat kepada Allah,bukan sebaliknya. Dalam kehidupan, bisnis bukanlah semata-mata yang harus dikejar. Ada banyak orang yang melupakan sholat dan bahkan lupa membayar zakat karena kesibukkannya dalam bekerja. Allah swt amat tidak suka hal ini. Bekerja memang bagian dari ibadah, namun itu bukanlah hal yang utama.

Leave a Comment