5 Pedoman Dan Metode Berdakwah

Dakwah berasal dari bahasa Arab yang berarti ajakan, seruan, panggilan,undangan. Beberapa kata yang hampir sama maksudnya dengan dakwah misalnya penerangan, penyiaran,  pendidikan, dan pengajaran. Ilmu dakwah ialah suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk mengikuti, menyetujui suatu pendapat tertentu dengan faz bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT demi kebahagiaan di dunia dan akhirat.


Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :

اُدْعُ اِلٰـى سَبِيْـــلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَـــةِ الْحَسَنَـةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَـنُ قلى اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْـــلِه وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَـــــدِيْنَ                                                               

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan faz yang lebih baik.sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S An-Nahl :125)

Dalam ayat ini Allah memberikan petunjuk dan tuntunan kepada Nabi Muhammad untuk mengajak manusia kepada agama tauhid sebagaimana yang dituntunkan kepada Nabi Ibrahim yang kepribadiannya diakui oleh penduduk Jazirah Arab, Yahudi dan Nasrani. Pada ayat tersebut Allah telah memberikan petunjuk faz berdakwah dengan kata “bil hikmati” yang maksudnya ialah dengan bijaksana. Sehingga kita harus enyusun, mengatur cara-cara atau metode berdakwah baik dengan tulisan, lisan maupun perbuatan.

Beberapa Contoh Metode Berdakwah Yang Baik : 

1. Dakwah lebih banyak berorientasi kepada materi yang diajarkan
  • Dakwah hendaknya ditujukan semata-mata karena Allah dan untuk memperoleh ridhaNya, bukan untuk orang yang berdakwah dan bukan juga untuk golongannya.

2. Dakwah sebaiknya dilaksanakan dengan lemah lembut
  • Berhasil atu tidaknya tujuan dakwah sangat banyak diengeruhi oleh metode atau faz dakwah. Dakwah hendaknya dilaksanakan dengan faz yang baik, tidak menimbulkan kegelisahan dan ketakutan karena dipaksakan.
  •  Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Ali ‘Imran Ayat 159 :


Maka disebabkan rahmat Allah, kamu berlaku lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi berhati keras tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah mereka ampun dan bermusyawarahlah dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.” (Q.S Ali ‘Imran :159)

  
3. Bila dalam dakwah terjadi perdebatan atau bantahan, hendaklah menjawab bantahan mereka dengan bantahan yang baik
  • Perdebatan yang baik adalah perdebatan yang dapat menghambat timbulnya hal-hal yang negatif seperti sombong, gengsi dan lain sebagainya. 
  • Hal ini sangat penting di perhatikan, sebab dengan faz ini orang akan merasa dihargai dan dihormati, sehingga pada diri mereka timbul rasa simpatik yang akhirnya mengikuti ajakan dan seruan para da’i. 

4. Dakwah hendaknya dilaksanakan secara berulang-ulang
  • Dakwak yang baik tidak boleh berhenti karena mengalami hambatan, gangguan maupun rintangan 

5. Pemberi dakwah harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas, sehingga tidak membosankan bagi pendengarnya.
  • Dakwah diperbolehkan diselingi dengan humor-humor ringan sehingga pendengar tidak jenuh dengan materi yang disampaikan.

Berhasil atau tidaknya usaha dakwah hendaklah dikembalikan kepada Allah SWT. Tugas para da’i hanyalah menyampaikan agama Allah.

Leave a Comment